Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Jangan Terlalu Lama Pakai Sandal Jepit Bisa Menyebabkan Sakit Lutut

03.29.00 0


Karena alasan nyaman dan santai, banyak orang betah memakai sandal jepit, bahkan dalam jangka waktu yang lama. Bukan tanpa risiko, kebiasaan seperti ini juga ada dampaknya bagi kesehatan kaki.
Seperti disampaikan oleh ahli terapi fisik di Peak Performance, New York, Doug Kechijian, bahwa bila Anda memakai sandal jepit, tanpa disadari Anda harus sedikit mengepalkan jari-jari kaki Anda untuk menjepit ujung sandal agar tetap terpasang.

Menurut Kechijian, ini bukanlah posisi alami kaki. “Coba buka sepatu Anda dan lihat sendiri. Saat berjalan tanpa menggunakan alas kaki, terlihat posisi alami kaki. Sementara saat Anda mengepalkan ujung jari kaki seperti saat sedang memakai sandal, perbedaannya akan terlihat,” tutur Kechijian, seperti dikutip dari Woman's Health Mag, Rabu (25/5).
Ia melanjutkan, ketegangan yang terus-menerus terjadi ini lama-kelamaan dapat mengubah gaya berjalan.

Pada akhirnya bahkan dapat menyebabkan masalah otot di kaki dan betis. “Salah satu risikonya yakni plantar fasciitis, terutama saat Anda berlari. Mereka yang mengidap kondisi ini akan merasakan nyeri tajam di bawah tumit pada setiap langkahnya,” imbuh Kechijian.

Bahkan pada kasus ekstrem, pemakaian sandal jepit yang terlalu lama dan sering bahkan mungkin bisa menyebabkan munculnya masalah bawah tubuh lain seperti sakit lutut.

Namun Kechijian mengingatkan, efek negatif ini tidak akan muncul jika Anda menggunakan sandal jepit ini hanya sebentar, misalnya beberapa menit saja. Risiko ini juga minim jika Anda menggunakan sandal, sambil sesekali melepasnya.

“Jika Anda harus berjalan jauh dan lama, Anda lebih baik menggunakan sepatu biasa. Atau pilihlah sandal yang tidak mengharuskan jari kaki Anda untuk menjepit,” ujar Kechijian.

detik.com

Jauhkan Gadget Saat Bersama Si Kecil

03.29.00 0

Setiap orangtua pastilah mengharapkan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah orangtua harus fokus pada mereka. Namun kini, sebagian orangtua justru lebih banyak menghabiskan waktunya dengan gadget mereka.

Yang jadi persoalan, kebiasaan tersebut bisa berdampak pada anak. Sebuah penelitian mengungkap, orangtua yang lebih menaruh perhatian pada gadgetnya akan membuat anak-anaknya susah berkonsentrasi.

Peneliti Chen Yu dari Indiana University, Bloomington menerangkan, anak-anak baru bisa belajar fokus dengan baik jika orangtuanya juga fokus pada si anak dan apa yang tengah menjadi perhatian mereka.

“Misal si anak sedang asyik dengan sebuah mainan, maka anak akan memberikan perhatian yang lebih besar pada mainan tersebut jika orangtuanya juga sama-sama fokusnya pada mainan itu,” jelas Yu seperti dilaporkan Foxnews, Selasa (17/5/2016).

Sebaliknya, ketika orangtua lebih fokus pada hal lain, seperti layar ponsel, maka si anak akan meniru perilaku tersebut dan cenderung tidak bisa berkonsentrasi pada satu hal dalam waktu yang lama.

Pengamatan yang dilakukan terhadap 36 pasang orangtua dan anak berusia berkisar 11-13 bulan, dengan memasang alat untuk mengamati pergerakan mata mereka, peneliti dapat mengukur seberapa lama mereka fokus pada obyek-obyek tertentu.

Pengamatan dilakukan dengan menempatkan pasangan anak dan orangtua dalam sebuah ruang dengan berbagai jenis mainan. Kemudian dilakukan pengamatan interaksi orangtua dengan anaknya.
Umumnya para orangtua akan terbagi menjadi dua kelompok, yakni yang membiarkan anaknya bermain dengan hal yang mereka sukai dan yang mencoba mengalihkan perhatian si anak pada mainan tertentu.

Ternyata, orangtua yang cenderung memperhatikan apa yang dimainkan anaknya, maka keduanya akan memperhatikan obyek yang sama dengan lebih lama.

Dari pengamatan ini, peneliti berkesimpulan bahwa bayi atau anak yang orangtuanya cenderung mengikuti ke mana fokus mereka rata-rata mampu memperhatikan sesuatu lebih lama daripada bayi yang orangtuanya mudah teralihkan perhatiannya.