Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Kenapa Dokter Bedah Saat Operasi Berseragam Hijau

22.33.00 0
Pernahkah kamu memperhatikan warna pakaian yang dikenakan dokter saat operasi? Ya, mereka mengenakan pakaian serba hijau, atau pakaian berwarna hijau kebiruan. Hmm, kenapa ya para dokter mengenakan baju hijau saat operasi? Kenapa tidak menggunakan baju warna putih seperti jas dokter yang biasa mereka gunakan sehari-hari atau warna lain saja?

Ternyata, hal ini disebabkan oleh warna merah pada darah. Ya, tentu saja pada saat operasi, para dokter akan menjumpai banyak darah. Nah, jika para dokter ini terlalu lama berada pada situasi yang penuh dengan darah (warna merah), hal ini dapat menyebabkan halusinasi pada mereka.

Melihat warna merah yang terlalu lama dapat menyebabkan timbul halusinasi warna hijau saat seseorang mengalihkan pandangannya ke permukaan yang berwarna putih.

Terlalu lama melihat warna merah juga dapat menyebabkan kepekaan seseorang terhadap warna merah berkurang. Akibatnya, seseorang menjadi kurang jelas dalam melihat berbagai benda. Hal ini tentu sangat fatal mengingat dokter perlu mengamati berbagai organ tubuh pasiennya sangat operasi.

Untuk itulah, mereka mengenakan warna hijau. Warna hijau dapat membantu para dokter menyegarkan diri dari dominasi warna merah yang mereka lihat dari darah. Warna hijau dapat membantu “menetralkan” warna merah karena warna hijau merupakan lawan dari warna merah dalam roda warna.

Sekedar informasi, sebelumnya para dokter mengenakan baju berwarna putih saat operasi, dengan alasan kebersihan. Tetapi, beberapa dokter merasa terganggu konsentrasinya saat mengenakan baju putih dikarenakan hal-hal di atas. Akhirnya, dibuatlah ketentuan bahwa pakaian yang dikenakan dokter saat operasi harus berwarna hijau.
Sumber : Sains

Mau Tahu... Bagaimana Kendaraan ditetapkan Berjalan di Lajur Kiri

22.39.00 0
Di Indonesia dan beberapa negara lainnya, kendaraan berjalan di sisi jalan sebelah kiri. Meski demikian di beberapa negara lain kendaraan berjalan di sisi sebelah kanan. Mengapa bisa ada perbedaan seperti ini?

Sekedar informasi, ternyata aturan yang lebih dahulu diberlakukan adalah kendaraan berjalan di sebelah kiri. Mengapa demikian?

Ternyata hal ini bermula dari masa sebelum adanya kendaraan. Pada waktu itu, orang-orang berkendara menggunakan kuda. Biasanya mereka juga membawa pedang yang disarungkan. Biasanya pula, mereka menggantungkan pedang di sebelah kiri agar dapat mengeluarkan pedang dari sarungnya dengan tangan kanan.

Nah, dengan kondisi ini, orang-orang akan lebih mudah dan aman jika mereka berjalan di sebelah kiri jalan. Mengapa demikian? Jika mereka berjalan di sebelah kiri jalan, orang lain dari arah yang berlawanan (yang juga berjalan di sebelah kiri) akan berada di sebelah kanan mereka.

Dengan kondisi ini, mereka akan mudah mengambil pedang dan menghunuskannya ke orang tersebut jika ternyata orang tersebut adalah musuh. Alasan pertahanan inilah yang mendasari orang-orang untuk mengendarai kuda di sebelah kiri.

Ketentuan ini pun tetap dipertahankan sampai munculnya kereta kuda. Para kusir tetap memilih berjalan di sebelah kiri supaya mengurangi kemungkinan bertabrakan dengan penunggang kuda.

Setelah kereta kuda mulai digantikan dengan kendaraan modern pun, ketentuan ini masih dipertahankan. Akhirnya jadilah ketetapan lajur kiri ini.

Lantas, mengapa ada beberapa negara yang menetapkan kendaraan berjalan di sebelah kanan? Ternyata, setelah masa berkendara dengan kuda berakhir, kebutuhan pertahanan yang mendasari berjalan di sebelah kiri pun tidak mengikat lagi.

Beberapa orang yang tangannya tidak kidal merasa lebih nyaman untuk berjalan di sebelah kanan. Untuk itulah di beberapa negara, kendaraan diatur agar berjalan di sebelah kanan.
Sumber: sains

Taukah Anda.. Fungsi Kerikil di Sekitar Rel Kereta Api

22.17.00 0
Kerikil kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang negatif. Kerikil biasanya dianalogikan sebagai pengganggu, tapi kerikil yang ada di dekat rel kereta api justru bermanfaat lhoh. Apa sih manfaatnya kerikil di antara rel kereta api?

Kerikil berfungsi sebagai bantalan pemberat rel sehingga rel tetap dapat berdiri dengan stabil. Selain itu, kerikil berfungsi untuk menahan goncangan kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi. Meskipun pada kereta api sudah terdapat pegas yang juga berfungsi menahan goncangan, tapi dengan adanya kerikil-kerikil di bawah kereta api yang melintasi rel, goncangan menjadi semakin kecil. Ketika getaran kereta yang melaju merambat ke rumah-rumah di sekitar rel, getarannya menjadi berkurang dengan adanya kerikil-kerikil ini.

Fungsi lainnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air saat hujan. Ini penting karena air hujan dapat menyebabkan erosi atau pengikisan pada tanah. Dengan adanya kerikil di antara rel, kecelakaan seperti anjloknya kereta api dapat dihindari. Selain itu, kerikil di rel kereta api juga dapat mencegah tumbuhnya rerumputan di sekitar rel kereta api. Jika rerumputan tumbuh, maka tanah yang ditumbuhinya dapat menjadi gembur. Hal ini tidak baik bagi kereta api karena tanah yang tidak stabil dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Akan tetapi, ternyata tidak di setiap rel kereta api terdapat kerikil. Ada rel-rel yang tidak memerlukan kerikil karena fungsi-fungsi kerikil sudah diatasi dengan mekanisme lain. Misalnya pada jembatan, rel kereta api tidak perlu kerikil karena jembatan sudah dirancang sedemikian rupa agar kuat menahan getaran ketika kereta api melintas di atasnya. Rel kereta yang berada di jalan raya juga tidak memerlukan kerikil karena aspal telah menggantikan fungsinya.
Sumber:sains
Kutub Magnet Bumi Segera Berbalik, Bagaimana Dengan Kehidupan Bumi..?

Kutub Magnet Bumi Segera Berbalik, Bagaimana Dengan Kehidupan Bumi..?

00.27.00 0

KABARDUA.COM-Medan magnet bumi bisa berbalik arah hanya dalam tempo 100 tahun, para peneliti telah menemukan fenomena tersebut.

Pergerakan, yang membuat semua kompas menunjuk ke arah selatan bukannya utara, semula diperkirakan memakan waktu ribuan tahun. Namun, sebuah studi baru menemukan hal ini bisa terjadi jauh lebih cepat.

Medan magnet bumi telah membalik berkali-kali sepanjang sejarah planet ini. Medan magnet bumi memiliki dua kutub mirip sebatang magnet, intensitasnya tetap sama selama ribuan sampai jutaan tahun. Kemudian, untuk alasan yang tidak diketahui, medan itu berbalik arah.

Studi terbaru oleh tim ilmuwan dari Italia, Prancis, Universitas Columbia dan Universitas California, Berkeley, menunjukkan bahwa pembalikan magnetik terakhir 786.000 tahun yang lalu benar-benar terjadi sangat cepat, dalam waktu kurang dari 100 tahun, kira-kira seumur hidup manusia.

Bukti baru menunjukkan bahwa intensitas medan magnet Bumi menurun 10 kali lebih cepat dari biasanya. "Sungguh menakjubkan betapa cepat kita melihat pembalikan itu," kata Courtney Sprain mahasiswa pascasarjana Universitas California, seperti dikutip laman Dailymail.co.uk.

Data itu merupakan salah satu catatan terbaik untuk mengetahui bagaimana dan seberapa cepat pembalikan ini bisa terjadi. Para ilmuwan ini akan mempublikasikan hasil penelitian ini pada November mendatang dalam Geophysical Journal International. Sparin dan Direktur Pusat Geochronology Berkeley, Paul Renne, merupakan penulis dalam studi tersebut.
Medan magnet bumi sejatinya telah berulang kali berubah kutub sepanjang sejarah Bumi. Jika prediksi para ilmuwan itu menjadi kenyataan, maka pembalikan kutub medan magnet ini membuat semua kompas akan menunjuk ke selatan. Bukan lagi ke utara sebagaimana berlaku sejak ribuan tahun lalu hingga sekarang ini.

Pembalikan kutub medan magnet merupakan peristiwa besar di planet yang didorong oleh konveksi pada inti besi Bumi. Namun tidak ada bencana yang didokumentasikan terkait dengan pembalikan kutub magnet yang terakhir kali terjadi. Meskipun banyak yang mencari catatan dampaknya terhadap geologi dan biologis.

Sekarang, pembalikan kutub medan magnet Bumi semacam itu berpotensi mengacaukan jaringan listrik di Bumi. Dan bahkan kemungkinan besar listrik di Bumi akan padam.

Medan magnet Bumi ini telah melindungi manusia dari partikel berenergi matahari dan sinar kosmik, yang keduanya bisa menimbulkan mutasi genetik. Sementara, melemahnya atau menghilangnya medan magnet untuk sementara menjelang pembalikan permanen kutub magnet Bumi bisa meningkatkan risiko kanker.

Bahaya bagi kehidupan di Bumi akan lebih besar jika pembalikan kutub magnet didahului dengan periode ketidakstabilan yang lama. “Kita harus berpikir lebih terhadap efek biologis yang akan terjadi,” ujar Renne.

"Kami tidak tahu apakah pembalikan berikutnya akan terjadi tiba-tiba seperti yang terjadi kali ini, tetapi kami juga tidak tahu apakah itu tidak akan terjadi.”

Ada atau tidaknya dampak pembalikan medan magnet ini terhadap peradaban modern, yang jelas peristiwa ini akan membantu para peneliti untuk memahami bagaimana dan mengapa medan magnet Bumi secara periodik kutubnya berbalik.

Catatan magnetik yang diperoleh tim peneliti Italia menunjukkan pembalikan 180 derajat medan magnet Bumi secara tiba-tiba itu didahului oleh ketidakstabilan yang terjadi selama 6.000 tahun.

Ketidakstabilan itu termasuk interval kekuatan medan magnet rendah yang masing-masing berlangsung sekitar 2.000 tahun. Perubahan yang cepat medan magnet mungkin terjadi dalam interval pertama.

diolah dari berbagai sumber : dailymailSwiss Space Center, dream, pikiran-rakyat