kekejaman si ibu terungkap setelah anak laki-lakinya berusia 8 tahun, Li Shao kabur dari rumahnya dan berdiam diri di pinggiran jalan.
Polisi yang menemukannya langsung membawa Shao ke kantor polisi Zhuhai, provinsi Guangdong, China.
Seperti diberitakan dailymail.co.uk, Di kantor polisi, Li Shao mengadu tidak mau tinggal bersama ibunya. Katanya, sang ibu tak memperlakukannya dengan baik dan lebih baik dia tetap tinggal di kantor polisi
Polisi kemudian memanggil Li Teng, ibu Shao. Teng merayu putranya agar mau kembali ke rumah dan berjanji tidak akan berbuat kasar lagi.
Tapi janji tinggal janji. Perlakukan kasar Teng tetap berlanjut. Bahkan ia mengikat Shao dengan rantai agar tak kabur lagi.
Shao menangis dan memeluk pohon agar Teng tak bisa membawanya pergi. Peristiwa ini jadi tontonan banyak orang dan polisi kembali turun tangan.
"Ini sudah kelima kalinya Shao kabur. Saya cuma tak ingin dia dalam keadaan bahaya. Jadi lebih baik dirantai daripada nanti tertabrak mobil," ujar wanita berusia 39 tahun itu beralasan.
Teng diketahui seorang single parent yang tak punya pekerjaan, kehidupannya penuh tekanan. Karena tindakannya itu, Li Teng dilaporkan ke dinas pekerja sosial untuk memastikan Li Shao tidak mengalami kekerasan dan memastikan kebutuhan keluarga ini tercukupi dengan pemberian bantuan.

EmoticonEmoticon