Hal ini dikemukakan ahli saraf Kep Kee Loh dan rekannya, Dr Ryota Kanai dari Sackler Centre for Consciousness Science, University of Essex. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang memakai lebih dari satu gadget sekaligus dalam satu waktu akan mengalami perubahan pada struktur otaknya.
Hal ini dibuktikan peneliti dengan mengamati struktur otak dari 75 orang yang kerap memakai gadget seperti tablet, ponsel pintar, dan TV untuk mendapatkan informasi, menggunakan scan MRI. Hasilnya, terlepas dari apapun kepribadiannya, partisipan yang rutin menggunakan beberapa media sekaligus cenderung memiliki kepadatan otak yang lebih rendah ketimbang orang yang memakai satu gadget.
Menurut peneliti, yang berubah dari otak mereka adalah bagian gray matter-nya, yakni anterior cingulate cortex. Padahal bagian inilah yang berperan penting dalam mengatur kemampuan kognitif seseorang dan mengendalikan aspek emosional mereka.
"Masalahnya multitasking dengan menggunakan beberapa media sekaligus makin sering terjadi dalam masyarakat kita sekarang ini. Itulah mengapa kami makin khawatir ini akan berdampak terhadap kemampuan kognitif masyarakat kita," tutur Loh seperti dikutip dari NY Daily News.
Terlepas dari itu, Penelitian sebelumnya mengatakan multitasking dengan menggunakan beberapa gadget sekaligus juga dituding menyebabkan orang yang melakukannya mudah cemas dan depresi.
Sumber: Detik

EmoticonEmoticon